Adegan di rumah sakit 20 tahun lalu benar-benar menghancurkan hati. Melihat anak kecil itu disakiti sementara pria berpakaian rompi hanya diam di luar pintu membuat darah mendidih. Transisi ke masa kini menunjukkan bagaimana trauma masa kecil membentuk pria dewasa yang penuh luka. Adegan ranjang dengan wanita yang memeluknya erat menunjukkan kebutuhan akan kehangatan setelah sekian lama kesakitan. Detail goresan di punggung dan tatapan kosongnya sangat menyentuh. Kenikmatan Buah Terlarang memang pandai memainkan emosi penonton lewat kilas balik yang menyakitkan. Setiap pelukan terasa seperti upaya menyembuhkan jiwa yang retak.