Adegan ini benar-benar membuat hati hancur! Melihat dua suster pedang yang gagah berani kini terkapar lemah di tanah, sementara musuh tertawa puas, rasanya ingin menerobos layar untuk menolong mereka. Detail darah di sudut mulut wanita berbaju putih menambah realisme yang menyakitkan. Ekspresi wajah mereka yang penuh keputusasaan namun tetap tegar sangat menyentuh jiwa. Dalam drama Membunuh Musuh Jadi kuat, momen kekalahan ini justru menjadi titik balik emosional yang kuat, membuktikan bahwa bahkan pahlawan pun bisa terluka. Penonton dibuat menahan napas, menunggu apakah ada keajaiban yang akan datang.