Animasi di serial ini benar-benar memanjakan mata. Perhatikan detail keringat di pelipis sang pria saat diapit dua gadis yang sedang bertengkar. Lalu bandingkan dengan senyum puas dua pria berdasi di latar biru yang misterius. Kontras emosi ini membuat alur cerita Penjinak Sekaligus Peramal terasa sangat dinamis dan penuh kejutan visual.
Bagian favorit saya adalah saat kerumunan orang menatap dengan mulut terbuka. Ekspresi kaget mereka sangat mewakili perasaan penonton saat melihat transformasi sang tokoh utama. Dari cowok biasa menjadi sosok yang memukau dengan medali dan buku merah. Momen ini di Penjinak Sekaligus Peramal benar-benar memuaskan rasa penasaran.
Jarang ada cerita yang menggabungkan elemen romansa komedi dengan pencapaian akademik atau olahraga seimbang seperti ini. Gadis berambut putih dan gadis bertelinga hewan saling sikut, sementara cowoknya malah pamer prestasi. Kejutan alur di Penjinak Sekaligus Peramal ini bikin kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dua pria dewasa dengan jas yang tertawa di latar biru memberikan kesan ada konspirasi atau rencana besar di balik layar. Mereka tampak seperti mentor atau antagonis yang licik. Kehadiran mereka menambah kedalaman cerita Penjinak Sekaligus Peramal, membuat kita bertanya-tanya apa hubungan mereka dengan kesuksesan sang tokoh utama.
Efek kilatan cahaya saat sang tokoh utama memegang buku merah dan medali benar-benar epik. Rasanya seperti dia baru saja memenangkan pertarungan besar. Warna-warna cerah yang meledak di latar belakang sangat kontras dengan suasana awal yang tegang. Penjinak Sekaligus Peramal memang tidak pelit dalam hal kualitas visual.