Adegan di ruang rapat ini benar-benar membuat jantung berdebar kencang. Ekspresi pria berjas kotak-kotak yang berubah dari bingung menjadi marah besar sangat kuat. Wanita berbaju putih terlihat begitu rapuh saat ditarik paksa oleh dua orang. Drama Siapa Lawan, Siapa Kawan memang jago membangun ketegangan tanpa perlu banyak dialog, cukup dengan tatapan mata yang tajam.
Momen ketika pria itu melihat ponselnya dan wajahnya langsung berubah adalah puncak dari segala kekecewaan. Rasanya sakit sekali melihat wanita berbaju putih diperlakukan seperti kriminal di depan semua orang. Wanita berbaju hitam di sampingnya tampak tenang namun menyimpan misteri. Alur cerita Siapa Lawan, Siapa Kawan selalu berhasil membuat penonton ikut merasakan emosi para tokohnya.
Detail ekspresi para pemeran pendukung juga tidak kalah menarik. Pria berkacamata dan wanita beranting emas memberikan reaksi yang memperkuat suasana mencekam. Mereka seolah tahu sesuatu yang tidak diketahui oleh wanita berbaju putih. Penonton dibuat penasaran siapa sebenarnya dalang di balik semua ini. Kualitas akting di Siapa Lawan, Siapa Kawan sungguh di atas rata-rata.
Yang paling menakutkan justru saat semua orang diam sebelum pria itu meledak. Hening yang menyiksa itu menggambarkan betapa rapuhnya kepercayaan dalam hubungan kerja maupun pribadi. Wanita berbaju putih hanya bisa pasrah saat tangannya ditarik kasar. Adegan ini membuktikan bahwa Siapa Lawan, Siapa Kawan mengerti cara memainkan psikologi penonton dengan sangat baik.
Latar ruang konferensi yang biasanya tempat diskusi damai berubah menjadi tempat penghakiman massal. Pria berjas abu-abu di belakang tampak bingung, menambah realistis suasana kebingungan. Kostum dan pencahayaan mendukung nuansa serius yang mencekam. Siapa Lawan, Siapa Kawan berhasil mengubah latar kantor biasa menjadi panggung drama yang penuh intrik dan kejutan.