Adegan Adrian membaca surat perpisahan itu benar-benar menusuk hati. Ekspresi wajahnya berubah dari tenang menjadi panik dalam hitungan detik. Rasanya seperti kita ikut merasakan kehancurannya saat menyadari Anne pergi tanpa jejak. Drama ini di (Sulih suara) Dikuasai Ayah Mantanku memang jago mainin emosi penonton dari awal.
Transformasi Adrian dari pria yang baru bangun tidur menjadi sosok berkuasa yang memerintahkan penutupan kota sangat dramatis. Cara dia berteriak memerintahkan anak buahnya menunjukkan betapa pentingnya Anne baginya. Adegan di ruang tamu mewah itu menegaskan hierarki kekuasaan yang ada di keluarga ini.
Kejutan alur tentang Anne yang menghilang bikin penasaran setengah mati. Kenapa dia pergi dan meninggalkan surat begitu saja? Apakah ada paksaan atau ini keputusannya sendiri? Konflik keluarga yang tergambar di (Sulih suara) Dikuasai Ayah Mantanku ini makin rumit dan bikin kita ingin tahu kelanjutannya segera.
Karakter ibu di sini benar-benar dingin dan menakutkan. Saat anak-anaknya bertanya, dia malah menyuruh mereka mencari Anne dengan ancaman terselubung. Kalimat 'Anne harus mati' yang diucapkannya dengan senyum tipis bikin merinding. Antagonis yang benar-benar kuat di sini.
Kasihan sekali melihat Jimmy dan saudari tirinya terjepit di antara ayah yang marah dan ibu yang kejam. Mereka terlihat bingung dan takut, tidak tahu harus bersikap bagaimana. Dinamika keluarga tiri yang rumit ini jadi salah satu daya tarik utama cerita ini.