Adegan awal sudah bikin tegang banget, pengawas itu main penggaris seolah mau nakut-nakutin Refan. Padahal lagi ujian penting lho. Rasanya pengen masuk layar buat bela Refan. Cerita dalam (Sulih suara) Memberantas Perundungan ini memang nggak pernah gagal bikin emosi penonton naik turun. Siapa sih yang nggak kesal lihat orang berkuasa kecil jadi sombong? Penasaran banget.
Pesan dari ayah di ponsel Refan bikin penasaran setengah mati. Katanya sudah sampai Kota Timur, terus suruh tunggu di pusat ujian. Ada apa gerangan? Hubungan bapak dan anak ini sepertinya punya rahasia besar. Alur cerita (Sulih suara) Memberantas Perundungan memang selalu penuh kejutan yang nggak terduga. Refan kelihatan tenang tapi matanya tajam banget. Aku yakin ada rencana besar.
Munculnya guru berbaju hitam itu langsung mengubah suasana kelas seketika. Pengawas tadi langsung diam seribu bahasa, kayak kena mental banget. Siapa sih sebenarnya dia? Kok bisa bikin takut orang yang tadi sok kuasa? Plot twist di (Sulih suara) Memberantas Perundungan ini benar-benar nggak bisa ditebak. Ekspresi Refan juga berubah jadi lebih santai. Penonton pasti senang lihat ini.
Suasana ruang ujian digambarkan sangat mencekam dan dingin. Setiap siswa terlihat fokus tapi ada yang curang pakai ponsel. Pengawasnya malah asik nakut-nakutin siswa tertentu. Detail seperti ini bikin cerita jadi realistis banget. Nonton (Sulih suara) Memberantas Perundungan rasanya seperti mengintip dunia pendidikan yang keras. Aku jadi ikut deg-degan lihat Refan yang jadi sasaran utama.
Aksi perundungan yang dilakukan pengawas itu benar-benar nggak bisa ditolerir sama sekali. Main fisik pakai penggaris kayu di depan umum itu sudah keterlaluan. Untung ada Refan yang nggak mau diam saja melihat ketidakadilan. Serial (Sulih suara) Memberantas Perundungan memang angkat isu penting ini. Kita jadi sadar kalau kekuasaan kecil pun bisa disalahgunakan. Semoga akhirnya puas.