Melihat Kakek Rahmad duduk di kursi roda sambil memegang giok, rasanya sedih sekali. Dia sudah menunggu bertahun-tahun berharap Desi pulang, tapi keluarganya malah bilang dia pasti sudah mati. Padahal Desi hanya ingin melindungi anaknya dari masa lalu yang kelam. Reuni mereka di ulang tahun ke-60 ini pasti akan meledak. Alur di (Sulih suara) Wanita di Keluargaku Melindungi Negara memang selalu bikin baper.
Ibu rela putus kontak dengan keluarga besarnya demi menikahi ayah Selsi dan hidup tenang. Dia tidak punya bakat bela diri seperti anaknya, jadi satu-satunya cara adalah lari. Sekarang Selsi sudah dewasa, ibu ingin merayakan ulang tahun kakeknya bersama. Hubungan ibu dan anak ini sangat kuat. Adegan mereka berpelukan di (Sulih suara) Wanita di Keluargaku Melindungi Negara bikin saya ikut menangis.
Ternyata Kelvin Novellia adalah dalang di balik semua penderitaan ibu. Setelah kakek kalah duel dan lumpuh, dia mengambil alih kekuasaan dan memaksa adik perempuannya menikah. Sifatnya yang otoriter benar-benar menyebalkan. Untungnya Selsi punya kekuatan untuk melawan. Konflik keluarga di (Sulih suara) Wanita di Keluargaku Melindungi Negara semakin panas dengan kehadiran tokoh jahat ini.
Episode 38 ini membangun ketegangan dengan sangat baik. Ibu menceritakan semuanya pada Selsi tepat sebelum ulang tahun kakek. Sementara di kediaman Novellia, semua orang mengira Desi sudah tiada. Padahal dia dan Selsi sedang dalam perjalanan pulang. Pertemuan mereka sebentar lagi akan terjadi. Saya tidak sabar melihat reaksi Kakek Rahmad di (Sulih suara) Wanita di Keluargaku Melindungi Negara.
Selsi tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga emosional. Dia mendengarkan cerita ibu dengan sabar dan langsung memutuskan untuk mengantarnya pulang. Dia berjanji akan menemani ibu menghadapi keluarga Novellia. Sikap protektifnya sebagai anak sangat menghangatkan hati. Karakter Selsi di (Sulih suara) Wanita di Keluargaku Melindungi Negara benar-benar inspiratif bagi kaum perempuan.