PreviousLater
Close

(Sulih suara)Wanita di Keluargaku Melindungi Negara Episode 38

like5.3Kchase16.0K
Versi asliicon

(Sulih suara)Wanita di Keluargaku Melindungi Negara

Lily berasal dari keluarga bela diri yang memandang rendah wanita. Meskipun memiliki bakat luar biasa, Lily tidak mendapatkan perhatian dari Ayahnya. Ayahnya lebih mementingkan adik laki-lakinya dan berharap akan menjadi ahli bela diri yang sukses untuk menggantikan posisi kepala keluarga. Ayahnya bahkan rela mengorbankan wanita Keluarga York demi ambisi ini. Namun, Lily tetap tidak mau menyerah dan secara tidak terduga diterima sebagai murid oleh seorang Guru Besar.
  • Instagram
Ulasan episode ini

Kakek Menunggu Putri yang Hilang

Melihat Kakek Rahmad duduk di kursi roda sambil memegang giok, rasanya sedih sekali. Dia sudah menunggu bertahun-tahun berharap Desi pulang, tapi keluarganya malah bilang dia pasti sudah mati. Padahal Desi hanya ingin melindungi anaknya dari masa lalu yang kelam. Reuni mereka di ulang tahun ke-60 ini pasti akan meledak. Alur di (Sulih suara) Wanita di Keluargaku Melindungi Negara memang selalu bikin baper.

Pengorbanan Seorang Ibu Demi Anak

Ibu rela putus kontak dengan keluarga besarnya demi menikahi ayah Selsi dan hidup tenang. Dia tidak punya bakat bela diri seperti anaknya, jadi satu-satunya cara adalah lari. Sekarang Selsi sudah dewasa, ibu ingin merayakan ulang tahun kakeknya bersama. Hubungan ibu dan anak ini sangat kuat. Adegan mereka berpelukan di (Sulih suara) Wanita di Keluargaku Melindungi Negara bikin saya ikut menangis.

Kelvin Novellia Si Antagonis Licik

Ternyata Kelvin Novellia adalah dalang di balik semua penderitaan ibu. Setelah kakek kalah duel dan lumpuh, dia mengambil alih kekuasaan dan memaksa adik perempuannya menikah. Sifatnya yang otoriter benar-benar menyebalkan. Untungnya Selsi punya kekuatan untuk melawan. Konflik keluarga di (Sulih suara) Wanita di Keluargaku Melindungi Negara semakin panas dengan kehadiran tokoh jahat ini.

Detik-detik Menuju Reuni Akbar

Episode 38 ini membangun ketegangan dengan sangat baik. Ibu menceritakan semuanya pada Selsi tepat sebelum ulang tahun kakek. Sementara di kediaman Novellia, semua orang mengira Desi sudah tiada. Padahal dia dan Selsi sedang dalam perjalanan pulang. Pertemuan mereka sebentar lagi akan terjadi. Saya tidak sabar melihat reaksi Kakek Rahmad di (Sulih suara) Wanita di Keluargaku Melindungi Negara.

Selsi Wijaya Sang Pelindung Ibu

Selsi tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga emosional. Dia mendengarkan cerita ibu dengan sabar dan langsung memutuskan untuk mengantarnya pulang. Dia berjanji akan menemani ibu menghadapi keluarga Novellia. Sikap protektifnya sebagai anak sangat menghangatkan hati. Karakter Selsi di (Sulih suara) Wanita di Keluargaku Melindungi Negara benar-benar inspiratif bagi kaum perempuan.

Ulasan seru lainnya (3)
arrow down