Adegan di mana pria itu disentuh pipinya sampai melongo lebar benar-benar lucu. Ekspresi wajahnya berubah dari tenang menjadi panik dalam hitungan detik. Komedi fisik seperti ini memang jarang ada di drama serius. Penonton di Taklukan Negara Matriarki dengan Sistem pasti suka momen receh begini. Rasanya ingin mengulang adegan itu berkali-kali karena terlalu menghibur.
Detail kipas yang dipegang pria itu ternyata punya tulisan kaligrafi yang estetis. Saat dia membukanya dengan gaya sok keren, justru malah jadi bahan lelucon para wanita. Kontras antara gaya sok tahu dan kenyataan yang terjadi sangat kental. Nuansa komedi dalam Taklukan Negara Matriarki dengan Sistem terasa sangat alami tanpa dipaksakan. Kostum dan properti mendukung suasana zaman dulu dengan baik.
Para wanita di sini tidak tinggal diam melihat pria sok ganteng. Mereka langsung mengeroyok dengan sentuhan-sentuhan iseng yang bikin si pria kewalahan. Reaksi defensifnya yang mencoba menutup dada dengan kipas sangat lucu. Dinamika kelompok ini menunjukkan kecocokan yang kuat antar pemain. Adegan seperti ini adalah alasan utama kenapa Taklukan Negara Matriarki dengan Sistem begitu seru ditonton.
Awalnya pria itu terlihat sangat percaya diri dengan gaya berjalannya, tapi langsung tumbang saat dikerubuti. Perubahan ekspresi dari arogan menjadi ketakutan sangat jelas terlihat. Ini membuktikan bahwa di hadapan para wanita, dia tidak punya daya tahan sama sekali. Kejutan alur komedi dalam Taklukan Negara Matriarki dengan Sistem selalu berhasil membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Sangat direkomendasikan untuk hiburan sore.
Latar tempat kejadian dengan lampion merah dan tirai memberikan suasana rumah hiburan zaman dulu yang kental. Warna-warna cerah dari baju para wanita kontras dengan baju biru pria itu. Pencahayaan yang hangat membuat adegan terasa lebih intim dan menyenangkan. Latar lokasi dalam Taklukan Negara Matriarki dengan Sistem memang selalu detail dan memanjakan mata. Rasanya seperti benar-benar masuk ke dalam cerita.