Adegan dua sahabat lama berbual santai di tepi kolam malam itu penuh dengan nostalgia dan sindiran halus. Yang satu dah beruban sebab penat urus negara, yang satu lagi masih santai nak jual ikan atau seni. Bila Bendahara Ivan muncul dengan wajah serius bawa berita serangan, suasana terus berubah dari gelak jadi tegang. Tapi tetap ada unsur lucu bila dia tanya kenapa mereka ketawa. Dalam (Alih Suara) Anakku, Ibumu Maharani, momen macam ni buat kita rasa macam duduk sekali dengan mereka, dengar cerita lama sambil tunggu badai datang.