Adegan pertarungan di arena berdarah memang memukau, tetapi yang paling membuat meremang bulu roma justru adegan Diana yang santai minum teh sambil menyaksikan kekacauan. Kontras antara kekejaman monster dan ketenangan wanita berambut merah jambu itu benar-benar seni visual yang gila. Dalam Jangan Rebut, Aku Model Hantu, setiap tetes darah seolah menjadi hiasan bagi senyuman manisnya yang menakutkan. Karakter putih yang bertarung habis-habisan nampak seperti boneka di tangan Diana. Penonton diajak merasakan ketegangan maksimum ketika raksasa bermata biru muncul, namun klimaksnya justru pada tatapan dingin Diana yang memegang kipas. Ini bukan sekadar aksi, tetapi psikologi kekuasaan yang ditampilkan dengan sangat elegan dan sadis sekaligus.