Siapa sangka akhir dari Putri Pemberani Takkan Menyerah justru menampilkan kematian massal yang begitu sunyi? Setelah semua musuh tumbang, sang jenderal tidak merasa lega, malah memilih mengakhiri hidupnya bersama sang pujaan. Adegan mereka berbaring berdampingan di lantai batu yang dingin itu puitis banget. Ini membuktikan bahwa bagi sebagian orang, dunia tanpa orang tercinta hanyalah neraka yang tak perlu dihuni lagi.
Harus diakui, aksi pedang di Putri Pemberani Takkan Menyerah ini sangat rapi dan estetik. Setiap ayunan senjata sang jenderal berbaju zirah hitam terlihat bertenaga dan presisi. Tidak ada gerakan sia-sia, semua terlihat nyata dan berbahaya. Ditambah dengan pencahayaan obor yang remang-remang, suasana pertempuran malam hari terasa sangat mencekam. Ini tontonan wajib buat kalian yang suka aksi laga kolosal.
Dari awal sudah terasa ada aura kesedihan yang kuat di Putri Pemberani Takkan Menyerah. Hubungan segitiga yang rumit antara jenderal, putri, dan raja ini berujung pada bencana. Melihat sang jenderal rela mengorbankan nyawanya demi memeluk sang putri untuk terakhir kalinya bikin hati hancur. Mereka mungkin kalah dalam permainan politik, tapi mereka menang dalam hal cinta sejati yang tak bisa dibeli dengan takhta.
Penontonan di aplikasi netshort kali ini benar-benar memuaskan secara visual. Nada warna yang gelap dan kontras tinggi di Putri Pemberani Takkan Menyerah sangat mendukung suasana tragis cerita. Detail darah pada gaun putih dan ekspresi wajah yang detail membuat setiap detiknya berharga. Tidak ada adegan yang membosankan, semuanya padat dan penuh makna. Benar-benar karya sinematik pendek yang berkualitas tinggi.
Melihat sang raja dan permaisuri yang sombong akhirnya terjatuh dan tewas di tangan sang jenderal rasanya puas banget! Di Putri Pemberani Takkan Menyerah, keadilan memang ditegakkan dengan cara yang keras. Tidak ada ampun bagi pengkhianat. Adegan di mana sang jenderal menatap tajam sebelum menyerang menunjukkan tekad baja yang tidak bisa digoyahkan oleh apapun. Sebuah tontonan yang membebaskan emosi penonton.