PreviousLater
Close

(Sulih suara) Menghabisi yang Jahat Episode 3

like2.0Kchase2.3K
Versi asliicon

(Sulih suara) Menghabisi yang Jahat

5 tahun lalu Bram dikhianati istrinya, bahkan kehilangan orang tua dan saudaranya dalam tragedi berdarah. Lima tahun kemudian, ia kembali sebagai pendekar bela diri untuk membasmi kejahatan dan membalaskan dendam orang tuanya, dimulai dengan menyusup ke dalam organisasi kriminal.
  • Instagram
Ulasan episode ini

Vera yang Dingin dan Mematikan

Adegan pembuka langsung bikin merinding! Vera dengan gaun hitamnya benar-benar memancarkan aura ratu yang tak tersentuh. Saat dia bertanya 'Siapa namamu?' kepada Arga, tatapannya tajam seolah bisa menembus jiwa. Adegan pertarungan di (Sulih suara) Menghabisi yang Jahat ini sangat koreografinya rapi, tapi yang paling menarik justru keserasian dingin antara Vera dan Arga yang baru saja dipromosikan.

Promosi Kilat di Tengah Kekacauan

Gila sih, baru saja Arga bertarung habis-habisan melawan gerombolan, eh langsung dipromosikan jadi Petarung Hebat oleh Vera. Dialog tentang 'Angkatan Setia' dan 'Balai Setia' bikin dunia cerita ini terasa punya sejarah yang dalam. Meskipun adegannya penuh kekerasan, ada rasa hormat yang kuat antara anggota geng. Nonton di aplikasi netshort bikin aku nggak bisa berhenti menggulir karena penasaran nasib Arga selanjutnya.

Masuknya Para Bos Besar

Ketegangan makin memuncak saat Li Gong dan Zheng Kui muncul. Li Gong dengan baju motif macan tutulnya terlihat sangat mengintimidasi, sementara Zheng Kui dengan jas merah mengkilapnya punya gaya preman yang unik. Mereka datang tepat setelah Arga dihajar, sepertinya ada urusan besar yang akan terjadi. Suasana ruangan yang gelap dengan lampu gantung kristal menambah kesan mewah tapi mencekam di (Sulih suara) Menghabisi yang Jahat.

Arga Si Petarung Biasa

Kasihan banget lihat Arga dihajar habis-habisan sampai berdarah hanya karena dianggap bikin onar. Tapi justru di situlah letak kemenarikannya, dia tetap diam dan tidak membocorkan siapa yang menyuruhnya. Sikap keras kepalanya ini yang sepertinya membuat Vera tertarik dan akhirnya mengangkat derajatnya. Aksi bela dirinya saat melawan banyak orang sekaligus benar-benar memukau mata.

Estetika Gelap Geng Naga

Visual dari markas Geng Naga ini benar-benar artistik. Pencahayaan biru yang dingin kontras dengan darah merah dan pakaian hitam para anggota. Detail seperti ikat kepala putih dan bunga di dada Vera memberikan sentuhan estetika yang kuat. Adegan ketika Zheng Kui berjalan masuk dengan gaya sok asyiknya sambil merokok menambah dinamika visual yang seru di (Sulih suara) Menghabisi yang Jahat.

Ulasan seru lainnya (5)
arrow down