PreviousLater
Close

(Sulih suara) Perlindungan Sang Penjagal Episode 54

like2.1Kchaase2.6K
Versi asliicon

(Sulih suara) Perlindungan Sang Penjagal

Wiro, Sang Pendekar Pedang Legendaris pensiun dari dunia silat dan beralih menjadi tukang potong daging. Suatu kali, dia menyelamatkan Putri Sekar lalu menjadi pengawal pribadinya. Tapi ternyata Sekar membenci tukang daging itu, merasa statusnya rendah dan tak pantas ada di istana bersamanya.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Prajurit Muda vs Pejabat Tua: Duel Kata yang Bikin Geleng

Anak buah hamba langsung menyitanya—kalimat itu bagai petir di siang bolong! 😳 Di tengah ketegangan, sang prajurit muda diam, sementara pejabat tua berdebat dengan logika yang rapuh. Drama politik ini lebih seru daripada pertarungan pedang!

Apium? Bukan Obat, Tapi Senjata Politik

Ternyata 'apium' bukan sekadar bumbu dapur—dalam (dubbing) Perlindungan Sang Penjagal, ini simbol kekuasaan yang bisa menghukum atau memaafkan. Ketika Ratu menyebut 'semua apium', semua orang berlutut... termasuk hati penonton yang telah terpukau. 🔥

Si Pria Berbaju Ungu: Jagoan yang Tak Pernah Ditebak

Dia duduk tenang, bicara pelan, tetapi setiap kata mengguncang istana. Pria berbaju ungu ini bukan sekadar penasihat—ia adalah arsitek kehancuran yang tersenyum lebar. 🤭 Dalam (dubbing) Perlindungan Sang Penjagal, kecerdasan lebih tajam daripada pedang.

Perempuan Biru: Satu Kalimat, Seribu Pertanyaan

Gaun biru muda, ekspresi datar, lalu 'Bersiap laksanakan hukuman!'—wow, dia bukan sekadar pengiring, melainkan pelaksana keadilan yang tak kenal ampun. 💙 Di tengah keriuhan para pria, justru dialah yang paling menakutkan. (Dubbing) Perlindungan Sang Penjagal memang master dalam kontras karakter.

Ratu yang Dingin Tapi Tajam

Dengan mahkota berkilau dan tatapan tak berkedip, Ratu dalam (dubbing) Perlindungan Sang Penjagal benar-benar menguasai ruang sidang. Setiap kalimatnya seperti pisau—lembut namun mematikan. 🌹 Terutama saat ia menyebut 'semua apium' dengan suara pelan... jantung penonton ikut berhenti sejenak.