Warisan Sunyi Seorang Bidan
Di balik ramainya Toko Ramuan Peremajaan, Luna menyimpan kecurigaan pada ibunya yang selalu mengunci gudang setiap tengah malam. Tangisan wanita dan bayi memecah sunyi, sementara rumor mengerikan tentang “keabadian” menyelimuti Kota Arga. Saat rahasia itu terkuak, Luna justru menemukan bahwa cinta seorang ibu jauh lebih dalam daripada prasangka.
Rekomendasi untuk Anda




.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)
Dua Seragam Hijau, Satu Pertanyaan Besar
Dua pria dalam seragam hijau berdiri tegak, wajah bingung saat Lin Xiaoyue menunjuk jejak darah. Mereka bukan musuh, tetapi juga bukan sekadar penonton. Di Warisan Sunyi Seorang Bidan, siapa yang benar-benar tahu kebenaran? 🕵️♀️
Pintu Kayu Tua dan Rahasia yang Terkunci
Lin Xiaoyue mengetuk pintu kayu berkarat—suara itu menggema seperti dentuman waktu. Saat pintu terbuka, sosok ibu bidan muncul dengan tatapan dingin. Warisan Sunyi Seorang Bidan bukan hanya soal warisan, melainkan beban yang diturunkan tanpa izin. 🔐
Rambut Panjang, Kepala Tertunduk, Hati yang Berdebar
Gaya rambut Lin Xiaoyue yang elegan kontras dengan ketakutan di matanya. Ia bukan perempuan lemah—ia sedang menyelidiki sesuatu yang bahkan keluarganya tidak berani sebut namanya. Warisan Sunyi Seorang Bidan adalah kisah tentang keberanian yang lahir dari kesunyian. 💫
Kain Kotak-Kotak vs Seragam Hijau: Konflik Generasi
Kotak-kotak klasik Lin Xiaoyue bertemu seragam militer yang kaku—simbol dua dunia yang saling tarik-menarik. Di Warisan Sunyi Seorang Bidan, generasi muda tidak lagi pasif; mereka memilih untuk membuka pintu yang seharusnya tetap tertutup. 🪞
Jejak Darah di Malam yang Sunyi
Adegan darah di lantai batu yang basah, diikuti ekspresi kaget Lin Xiaoyue—ini bukan hanya misteri, tetapi pertanda bahwa Warisan Sunyi Seorang Bidan mulai menggali luka masa lalu. Setiap daun yang jatuh bagaikan detak jantung yang berhenti. 🌙