PreviousLater
Close

Kebiadaban Anak Angkat Episode 1

like2.0Kchaase2.0K

Kebiadaban Anak Angkat

Putra Lucy, Ray dan istrinya, Helen yang tamak berniat rebut semua aset Lucy. Lucy susun rencana untuk mengelabui mereka, tapi Ray tahu rencana Lucy dan provokasi netizen untuk menyerang Lucy. Dengan bantuan Bella, keponakan Lucy, mereka berdua merilis bukti-bukti kuat untuk semua perbuatan Ray selama ini.

  • Instagram

Ulasan episode ini

Dua Minggu Lalu: Rumah Sakit & Telepon yang Tak Diangkat

Lucy dirawat di rumah sakit, wajahnya pucat, namun masih berusaha menelepon Ray. Layar ponsel menampilkan nama 'Lin Xing'—siapa dia? Sementara itu, Ray dan Helen tampak sibuk di dapur, tidak menyadari panggilan darurat tersebut. Kebiadaban Anak Angkat membangun ketegangan melalui detail-detail kecil yang menghancurkan.

Tujuh Tahun Lalu: Makan Malam yang Penuh Ketegangan

Adegan makan malam tujuh tahun lalu menjadi kunci emosional. Lucy tersenyum hangat sambil memberikan amplop merah kepada Helen, namun ekspresinya berubah drastis saat mendengar percakapan mereka. Kebiadaban Anak Angkat menunjukkan bagaimana kebahagiaan bisa menjadi topeng bagi luka yang dalam 💔

Helen vs Lucy: Dua Wanita, Satu Pria, Banyak Pertanyaan

Helen elegan dan percaya diri, tetapi tatapannya sering kali gelisah dan mencari-cari. Lucy lemah secara fisik, namun matanya penuh kasih sayang dan kekhawatiran. Kebiadaban Anak Angkat tidak menjelaskan segalanya—justru ketidakjelasan inilah yang membuat kita penasaran: siapa sebenarnya yang benar-benar dicintai oleh Ray?

Air Mata di Ruang Rawat Inap: Akhir yang Tak Terduga

Lucy menangis sendiri di atas ranjang rumah sakit setelah menerima telepon dari Lin Xing. Ekspresi wajahnya—campuran kekecewaan, kerinduan, dan pengorbanan—membuat kita bertanya: apakah Ray benar-benar tidak tahu? Kebiadaban Anak Angkat berhasil membuat penonton ikut merasa bersalah 😢

Malam Tahun Baru yang Penuh Air Mata

Kebiadaban Anak Angkat dibuka dengan adegan kota malam yang gemerlap, lalu langsung beralih ke rumah Lucy yang terkapar di lantai—napasnya tersengal-sengal, tangannya mencengkeram dada. Di saat yang sama, Ray asyik bermain game, tak menyadari ibunya sedang sekarat. Kontras ini membuat hati remuk 🥲