Adegan ini bikin deg-degan! Ekspresi wajah pria berjubah merah marun benar-benar menusuk hati, seolah menyimpan seribu rahasia kelam. Saat ia menulis surat dengan tangan gemetar lalu menyembunyikannya ke dalam gagang pedang, ketegangan memuncak. Interaksi diam antara dua karakter ini jauh lebih berisik daripada teriakan. Detail kecil seperti itu membuat Jadi Pemboros Cuma Taktikku terasa sangat hidup dan penuh intrik politik yang mencekam. Penonton dibuat penasaran setengah mati!