Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat
Arman, Dewa Pedang yang menyamar sebagai Tabib Desa, menikah dengan Irma demi menjalani ujian cinta. Selama tiga tahun ia diam-diam melindungi Sekte Pedang Ara, namun dihina dan tak diakui. Saat masa perjanjian hampir usai, rahasia dan ambisi tersembunyi mulai mengguncang segalanya.
Rekomendasi untuk Anda





Irma: Gadis yang Menangis di Tengah Badai
Irma tidak hanya cantik, tetapi juga berani—membela Muhid meskipun ia tahu risikonya. Di tengah kekacauan, tangisnya justru lebih keras daripada petir. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat mengajarkan: cinta tidak selalu menang, tetapi tetap berharga. 💔
Yahya: Ayah yang Terjebak dalam Dosa
Wajah Yahya penuh penyesalan saat melihat anaknya berdiri tegak di tengah kilat. Ia bukan penjahat, melainkan manusia yang salah langkah. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat menggugah: apakah kita masih memiliki waktu untuk memperbaiki kesalahan? 🕊️
Jefri: Guru yang Datang Saat Semua Sudah Terlambat
Jefri muncul seperti angin sepoi—tenang, bijak, tetapi membawa keputusan yang tak bisa ditawar. Ia tidak menyelamatkan Muhid, melainkan memberinya makna. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat bukan tentang kemenangan, melainkan penerimaan. 🌫️
Adegan Malam yang Bikin Merinding
Obor menyala, bambu bergoyang, dan tiba-tiba... kilat menghantam langit. Kamera zoom ke kaki Arman yang berdiri di atas tanah yang retak—detail ini membuat bulu kuduk merinding! Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat benar-benar cinematic. 🎬
Muhid vs Arman: Pertarungan Tak Terelakkan
Muhid terbaring lemah, tetapi matanya masih menyala—seperti api yang tak padam. Saat Arman muncul dengan aura biru yang menyilaukan, semua napas berhenti. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat bukan sekadar judul, melainkan nasib yang telah ditulis sejak awal. 😳