Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat
Arman, Dewa Pedang yang menyamar sebagai Tabib Desa, menikah dengan Irma demi menjalani ujian cinta. Selama tiga tahun ia diam-diam melindungi Sekte Pedang Ara, namun dihina dan tak diakui. Saat masa perjanjian hampir usai, rahasia dan ambisi tersembunyi mulai mengguncang segalanya.
Rekomendasi untuk Anda





Ekspresi yang Berbicara Lebih Keras daripada Dialog
Wajah Xiao Yue saat menunduk, bibir gemetar, mata berkaca-kaca—semua tanpa suara, namun lebih menghancurkan daripada teriakan. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat bukanlah tentang pedang, melainkan tentang siapa yang berani mengulurkan tangan pertama. 💔
Ibu yang Diam, Paling Menyakitkan
Ibu Xiao Yue berdiri diam, jemari saling menggenggam, wajah penuh penyesalan. Ia tahu, tetapi tak berani bersuara. Dalam Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat, kadang kebisuan keluarga lebih tajam daripada pisau. 🕊️
Pria dalam Biru: Antara Ragu dan Tanggung Jawab
Liu Feng memandang Xiao Yue, lalu menunduk—gerakan kecil, namun penuh konflik batin. Akankah ia melangkah? Atau ikut diam seperti yang lain? Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat bukan menguji keberanian, melainkan kemanusiaan. ⚖️
Karpet Merah & Naskah Besar: Simbol Tak Terucap
Latar belakang penuh kaligrafi, karpet bergambar naga—semua indah, namun justru membuat tangisan Xiao Yue terasa lebih sunyi. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat adalah tragedi yang disuguhkan dalam balutan kemegahan. 🏯
Air Mata di Tengah Istana
Xiao Yue menangis dengan dada bergetar, namun tak seorang pun dari mereka yang bergerak untuk membantunya. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat—judulnya sudah menggambarkan segalanya. Di tengah keramaian, kesepian itu terasa lebih menusuk. 🌸