Bab Kita Sudah Selesai
Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
Rekomendasi untuk Anda






Pria di Balik Kaca, Jiwa yang Terjebak
Liu Wei memandang dari balik kaca, wajahnya dingin, tetapi matanya berkata: 'Aku masih di sini.' Adegan itu mengguncang—ia bukan penonton, melainkan bagian dari cerita yang belum selesai. Bab Kita Sudah Selesai justru dimulai ketika semua orang mengira segalanya telah berakhir. 💔
Anak Laki-laki di Makam, Diam yang Berbicara
Xiao Yu berdiri di depan nisan ibunya, bunga putih di dada, diam tanpa air mata—namun setiap napasnya adalah jeritan. Lalu datang Xiao Xue dengan permen kecil... momen itu menghancurkan. Bab Kita Sudah Selesai? Tidak. Cinta tak pernah benar-benar selesai, hanya berubah bentuk. 🕊️
Ruang Tamu Mewah, Pertemuan yang Penuh Tegang
Meja kayu, bunga segar, dan dua orang yang saling menatap seperti musuh lama. Namun di antara mereka terdapat syal, tas mutiara, dan senyum yang terlalu sempurna untuk jujur. Bab Kita Sudah Selesai terasa seperti drama keluarga yang dipaksakan menjadi teater politik emosi. 🔥
Permen Kecil, Pelukan Tak Terucap
Satu permen transparan di telapak tangan Xiao Xue—bukan hadiah, melainkan pengingat: 'Masih ada manis di tengah pahit.' Xiao Yu akhirnya menerimanya, dan pada detik itu, Bab Kita Sudah Selesai berubah menjadi Bab Baru yang belum ditulis. Kadang, cinta tertua justru lahir dari keheningan anak-anak. 🍬
Kain Syal yang Menyimpan Rahasia
Syauqina berdiri tegak dengan syal kremnya, tetapi matanya berkata lain—ketakutan, keraguan, dan sedikit harap. Setiap gerakannya bagai tarian emosional yang tersembunyi di balik elegansi. Bab Kita Sudah Selesai bukan hanya tentang perpisahan, melainkan tentang siapa yang benar-benar pergi dan siapa yang masih tinggal di dalam hati. 🌸