Bab Kita Sudah Selesai
Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
Rekomendasi untuk Anda






Sarapan yang Penuh Makna Tersembunyi
Bubur, roti, anggur merah—semua tersusun rapi, tetapi tatapan mereka saling menghindar. Di tengah keheningan, ia membuka kantong kertas: isinya bukan hadiah, melainkan pengakuan yang diam-diam. Bab Kita Sudah Selesai bukan akhir, melainkan jeda sebelum bab baru dimulai. 🥄✨
Dia di Laptop, Dia di Kursi — Jarak yang Tak Terlihat
Ia duduk di ranjang, ponsel di tangan, mata tertuju pada layar. Ia di kursi, selimut melilit tubuh, menatap jendela. Ruang sama, tetapi jiwa berbeda. Bab Kita Sudah Selesai terasa di setiap gerakan lambat, di tiap napas yang ditahan. Mereka masih satu rumah, tetapi sudah dua dunia. 🏠🌀
Detail yang Menghancurkan: Sendok Emas & Kantong Kertas
Sendok emas di mangkuk bubur—mewah, tetapi dingin. Kantong kertas dari toko kecil: sederhana, tetapi penuh harapan. Bab Kita Sudah Selesai bukan tentang perpisahan besar, melainkan tentang bagaimana kita masih menyajikan sarapan meski hati telah kosong. 🥣💌
Mereka Makan, Tapi Hanya Dia yang Lapar
Ia mengunyah pelan, tersenyum tipis, seolah semua baik-baik saja. Ia menatapnya, lalu menunduk—tahu bahwa senyum itu hanyalah topeng. Bab Kita Sudah Selesai terjadi bukan saat pintu tertutup, melainkan saat sendok menyentuh piring tanpa suara apa pun. 🍽️🔇
Ketika Alarm Berbunyi, Cinta Masih Tidur
Pukul 08:20 pagi, ia terbangun dengan ekspresi kaget—seolah baru menyadari bahwa Bab Kita Sudah Selesai bukan sekadar judul. Selimut hitam-putih menjadi simbol: hangat namun rapuh. Ia berlari turun tangga, sementara ia di dapur diam, menyiapkan sarapan seperti ritual penyesalan. 💔 #DramaRumah