PreviousLater
Close

Bab Kita Sudah Selesai Episode 48

like2.0Kchaase1.5K

Bab Kita Sudah Selesai

Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Dia Pergi, Dia Jalan... Lalu Ngapain?

Pria keluar kamar sambil tersenyum tipis, wanita duduk diam di ranjang merah—lalu tiba-tiba bangkit, mengambil handuk, dan berjalan pelan ke arah pintu. Di Bab Kita Sudah Selesai, gerakannya seolah memiliki rencana rahasia 🤫 Apakah ini awal dari balas dendam manis atau sekadar mencari air minum? Penasaran sampai detik terakhir!

Air Putih vs Air Mata: Siapa yang Lebih Dalam?

Dia menuang air putih, minum perlahan, lalu menarik napas dalam-dalam... wajahnya campur aduk antara lega dan sedih. Di Bab Kita Sudah Selesai, adegan dapur menjadi tempat curhat tanpa suara. Air putih bukan hanya untuk haus—tetapi pelarian dari emosi yang belum siap ditelan. 💧 #SedihTapiElegan

Telepon dari 'Ayah' Saat Semua Masih Panas

Tepat saat dia masih memegang handuk dan napas belum stabil—telepon berdering. Nama 'Ayah' muncul. Di Bab Kita Sudah Selesai, timing-nya *sangat* pas: di antara kaget, rindu, dan 'aku belum siap'. Apa yang akan dia katakan? 'Dad, kita baru saja selesai...' 😳

Ranjang Merah, Hati yang Belum Berubah

Ranjang merah, dekorasi pernikahan, tetapi suasana seperti pasca-perpisahan. Di Bab Kita Sudah Selesai, warna merah bukan simbol cinta—melainkan pertanyaan besar yang belum terjawab. Dia duduk sendiri, memandang pintu, lalu tersenyum kecil... Apakah ini akhir? Atau hanya jeda sebelum bab berikutnya? 📖

Ciuman di Bawah Lilin, Tapi Endingnya Bikin Geleng-Geleng

Adegan ciuman di kamar dengan lilin menyala itu sangat romantis, tetapi begitu pria pergi, ekspresi wanita berubah menjadi bingung lalu kesal 😅 Di Bab Kita Sudah Selesai, chemistry mereka kuat, namun ada sesuatu yang terasa 'belum selesai' di mata si wanita. Apakah dia menyesal? Atau hanya lelah?