Bab Kita Sudah Selesai
Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
Rekomendasi untuk Anda






Gaya Pink vs Hitam: Bahasa Tubuh yang Berbicara
Dia mengenakan pink lembut, dia hitam dramatis—dua warna yang bertemu dalam satu ruang. Di Bab Kita Sudah Selesai, setiap gerakan tangan, tatapan miring, dan lengan yang saling memegang adalah dialog tanpa suara. Cinta bukan hanya kata-kata, melainkan gesekan kain dan napas yang tersengal. 🎭
Kalung Emas & Bros Bunga: Simbol yang Menipu
Kalung emas di leher, bros bunga di dada—semuanya tampak elegan, namun di Bab Kita Sudah Selesai, justru menutupi luka. Dia tersenyum, tetapi matanya berkata, 'aku tak rela'. Fashion bukan sekadar gaya, melainkan pelindung untuk menyembunyikan rasa sakit. 🌹
Ruang Hotel yang Jadi Saksi Bisu
Dinding krem, tempat tidur berantakan, koper terbengkalai—ruang hotel ini bukan latar belakang, melainkan karakter utama di Bab Kita Sudah Selesai. Setiap sudut menyimpan kenangan, dan mereka berdua berdiri di tengahnya seperti dua kapal yang tak lagi ingin berlayar bersama. 🛏️
Pelukan Terakhir yang Masih Hangat
Pelukan di akhir Bab Kita Sudah Selesai bukan penyelesaian—melainkan penundaan. Tangannya masih memegang pinggangnya, tetapi matanya sudah tertuju pada pintu. Cinta kadang tidak berakhir dengan teriakan, melainkan dengan bisikan, 'masih belum saatnya'. 😢
Koper Perpisahan yang Tak Jadi Dibawa
Di Bab Kita Sudah Selesai, koper perak itu menjadi simbol konflik emosional—dia datang membawa koper, tetapi hatinya belum siap untuk pergi. Ekspresi wajahnya saat memeluknya? Bukan keputusan, melainkan penyesalan yang ditunda. 💔 #DramaKamarHotel