PreviousLater
Close

Bab Kita Sudah Selesai Episode 66

like2.0Kchaase1.5K

Bab Kita Sudah Selesai

Celine menyaksikan sendiri pengkhianatan suaminya, Adrian. Malam itu, dia menghubungi nomor asing itu dan menikahi pria yang berkuasa tertinggi. Pertemuan mereka yang tak terduga itu, justru terjadi di pesta pernikahan Celine.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Gelas Air yang Tak Pernah Diberikan

Dia menawarkan air, tapi tangannya tak bergerak maju. Ekspresinya berubah dari khawatir jadi dingin—seperti dia baru ingat bahwa mereka bukan lagi pasangan, melainkan dua orang asing di ruang rawat inap. Detail kemeja bergaris, ikat kepala berkilau, dan logo rumah sakit di selimut... semuanya berbicara lebih keras dari dialog. Bab Kita Sudah Selesai dimulai dari saat dia memilih diam 🥀

Telepon di Koridor: Detik yang Mengubah Segalanya

Saat pintu tertutup, dia mengeluarkan ponsel—wajahnya berubah drastis. Senyum tipis, lalu ketegangan di alis. Apa yang dikatakan di ujung telepon? Siapa yang dia panggil? Koridor steril jadi panggung konflik batin. Gaya busana klasiknya kontras dengan kekacauan emosi. Bab Kita Sudah Selesai bukan akhir cerita—tapi awal dari sesuatu yang lebih gelap 📞

Gaun Hitam & Sofa Hijau: Kontras yang Menyakitkan

Dia muncul dalam gaun hitam berhias kristal, rambut tergerai—seolah datang untuk acara penting, bukan menjenguk mantan. Pria di sofa hanya menatap, buku terbuka di pangkuannya, tapi matanya tak membaca. Mereka berdua tahu: ini bukan kunjungan biasa. Ruang tamu modern jadi saksi bisu dari perceraian yang tak pernah diucapkan. Bab Kita Sudah Selesai ditulis dalam diam, bukan kata-kata 💔

Mata yang Tidak Berbohong

Close-up mata wanita saat menelepon—kedipannya lambat, napasnya tertahan. Di sana, kita lihat: dia tidak sedang marah, tapi sedih. Sangat sedih. Dan pria di ranjang? Matanya menatap langit-langit, seakan mencari jawaban di celah plafon. Mereka berdua tahu Bab Kita Sudah Selesai, tapi belum siap mengubur kenangan. Cinta itu seperti selimut rumah sakit—hangat, tapi mudah kusut 🌙

Ketika Dia Bangun, Dunia Berhenti Sejenak

Pria di ranjang rumah sakit itu membuka mata dengan ekspresi yang bukan hanya lelah—tapi penuh pertanyaan. Cahaya pagi menyelinap, menyoroti garis-garis kelelahan di wajahnya. Wanita berpakaian elegan berdiri diam, gelas air di tangan, seperti menggenggam rahasia yang belum siap dibagi. Bab Kita Sudah Selesai bukan sekadar judul—ini adalah detik sebelum segalanya runtuh 🌫️