Cinta dan Ambisi
Gadis pabrik kelas bawah, Tania, memanfaatkan taruhan cinta pewaris kaya, masuk kampus ternama. Tiga tahun kemudian, dia menggunakan sumber daya keluarga Wijaya untuk berbisnis, menghadapi boikot, memperkuat timnya, dan akhirnya mengalahkan Raka dan ibunya, membawa Perusahaan Cahaya ke puncak.
Rekomendasi untuk Anda




印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)
Perempuan Emas vs Cinta yang Rapuh
Wanita berjas emas datang seperti badai—elegan, tegas, tapi penuh pertanyaan. Di sisi lain, pasangan muda saling memeluk erat, seakan dunia bisa runtuh asal mereka tetap bersatu. Kontras ini membuat Cinta dan Ambisi semakin dramatis: siapa yang benar-benar punya kuasa? 💫
Telepon yang Mengubah Semua
Saat wanita emas mengangkat telepon, napas berhenti. Ekspresi wajahnya berubah dari dingin ke syok—seperti kabar besar baru saja menghantam. Sementara pasangan di belakang diam, saling berpegangan. Satu panggilan, dan seluruh dinamika Cinta dan Ambisi berubah dalam hitungan detik. 📞
Pelukan sebagai Perlawanan
Di ruang VIP yang steril, pelukan mereka bukan sekadar kasih sayang—tapi bentuk perlawanan terhadap tekanan luar. Gadis itu menempel erat, seolah takut kehilangan. Pria itu membalas dengan tatapan serius. Dalam Cinta dan Ambisi, cinta bukan pelarian, tapi senjata. ❤️🔥
Senyum di Tengah Badai
Meski air mata mengalir, senyumnya muncul begitu saja saat menatap sang kekasih. Itu bukan kelemahan—itu kekuatan. Dalam Cinta dan Ambisi, dia memilih percaya meski dunia berteriak 'tidak'. Dan kita? Hanya bisa menghela napas: inilah cinta yang tak butuh penjelasan. 😌
Air Mata yang Menyembunyikan Senyum
Di tengah ketegangan Cinta dan Ambisi, gadis dalam piyama bergaris justru tersenyum lebar saat dipeluk. Emosinya berubah drastis—dari menangis ke tertawa—seolah semua luka terobati hanya dengan satu pelukan. Kekuatan cinta yang tak terlihat, tapi terasa di ujung jari. 🫶