Cinta dan Ambisi
Gadis pabrik kelas bawah, Tania, memanfaatkan taruhan cinta pewaris kaya, masuk kampus ternama. Tiga tahun kemudian, dia menggunakan sumber daya keluarga Wijaya untuk berbisnis, menghadapi boikot, memperkuat timnya, dan akhirnya mengalahkan Raka dan ibunya, membawa Perusahaan Cahaya ke puncak.
Rekomendasi untuk Anda




印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)
Kantor Bukan Tempat Cinta, Tapi Perang Dingin
Saat mereka berdebat di depan laptop, suasana kantor jadi medan pertempuran diam-diam. Xiao Yu menatap layar, tapi matanya membaca Li Wei. Setiap angka di laporan finansial adalah petunjuk: cinta mereka sudah dihitung—dan ternyata minus. 💼
Bunga di Dada vs. Diam di Hati
Bunga putih di jaket Xiao Yu cantik, tapi semakin indah, semakin kontras dengan kesedihan di matanya. Li Wei memasang bros elegan—tapi tak mampu menyembunyikan kegugupannya saat menyentuh tangannya. Cinta dan Ambisi bukan soal penampilan, tapi siapa yang berani jujur duluan. 🌸
Senyum Palsu yang Bikin Merinding
Xiao Yu tersenyum lebar saat dipeluk, tapi bibirnya gemetar. Itu bukan kebahagiaan—itu strategi bertahan. Di Cinta dan Ambisi, senyum sering jadi senjata paling tajam. Dan Li Wei? Dia tahu... tapi pura-pura tidak melihat. 😶🌫️
Dari Pelukan ke Laptop: Transisi yang Mematikan
Adegan transisi dari pelukan intim ke ruang rapat dingin? Genius. Itu bukan editing biasa—itu metafora: cinta mereka berakhir saat presentasi dimulai. Di Cinta dan Ambisi, romansa mati perlahan, bukan dengan teriakan, tapi dengan *click* mouse. 🖱️
Pelukan yang Menyembunyikan Luka
Di awal Cinta dan Ambisi, pelukan hangat Li Wei ke Xiao Yu terasa manis—tapi matanya kosong. Dia memeluk, tapi tak menyentuh hati. Detail lengan renda putih yang gemetar? Itu bukan cinta, itu ketakutan. 🌹 #NetShort bikin jantung berdebar