PreviousLater
Close

Cinta dan Ambisi Episode 70

like2.0Kchaase2.0K

Cinta dan Ambisi

Gadis pabrik kelas bawah, Tania, memanfaatkan taruhan cinta pewaris kaya, masuk kampus ternama. Tiga tahun kemudian, dia menggunakan sumber daya keluarga Wijaya untuk berbisnis, menghadapi boikot, memperkuat timnya, dan akhirnya mengalahkan Raka dan ibunya, membawa Perusahaan Cahaya ke puncak.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Leo vs. Lin Xue: Duel Emosi di Balik Laptop

Leo terlihat gugup tapi berani membantah Lin Xue—tangan menggenggam, napas tersendat, lencana karyawan gemetar. Sementara Lin Xue tetap anggun, putih bersih, tapi matanya seperti laser 🔥. Cinta dan Ambisi tidak hanya soal cinta, tapi juga pertarungan identitas: siapa yang berkuasa di meja rapat? Adegan ini bikin deg-degan sampai laptop jatuh!

Latar Merah & Layar Biru: Simbol Kekuasaan yang Tak Terucap

Dinding merah dengan logo segitiga hitam, layar besar menampilkan 'Bintang' dan 'Api' AI—semua bukan kebetulan. Cinta dan Ambisi menggunakan desain ruang sebagai karakter tersendiri. Lin Xue duduk di tengah, seperti ratu di takhta digital. Setiap detail, dari gelas air hingga posisi kursi, bercerita tentang hierarki yang rapuh. Keren banget! 💻✨

Saat Semua Berdiri: Detik-Detik yang Mengubah Segalanya

Adegan semua orang berdiri bersamaan—Lin Xue, Leo, pria jas abu-abu, bahkan staf di belakang—adalah puncak dramatis Cinta dan Ambisi. Tidak ada dialog, tapi tubuh mereka berbicara keras: protes, dukungan, atau kebingungan? Kamera pelan, musik menggema, dan kita jadi saksi bisu sejarah kantor yang sedang ditulis ulang. Netshort, kamu hebat! 🎬

Antara Cinta dan Ambisi: Siapa yang Benar-Benar Kalah?

Lin Xue tampak menang, tapi lihat matanya saat Leo berbicara—ada keraguan, ada rasa bersalah. Cinta dan Ambisi pintar menyisipkan kerapuhan di balik kekuatan. Bukan sekadar drama kantor, ini kisah manusia yang terjebak antara hati dan jabatan. Dan ya, anting berbentuk pita itu? Detail kecil yang bikin kita penasaran apa artinya 😏.

Ketegangan di Ruang Rapat yang Bikin Nafas Tersengal

Cinta dan Ambisi benar-benar memukau dengan adegan rapat yang penuh ketegangan. Ekspresi Lin Xue saat menghadapi pria berjas abu-abu itu—mata tajam, suara dingin, jari menunjuk—seperti petir di tengah badai bisnis 🌩️. Setiap gerakannya punya makna, setiap diamnya menyimpan bom waktu. Netshort bikin kita nempel di layar sampai akhir!